I. Definisi sokhlet

Sokhlet adalah alat yang digunakan pada suatu metode / proses pemisahan suatu komponen yang terdapat dalam zat padat dengan cara penyaringan berulang-ulang dengan menggunakan pelarut tertentu, sehingga semua komponen yang diinginkan akan terisolasi.
Metode sokletasi seakan merupakan penggabungan antara metoda maserasi dan perkolasi. Jika pada metoda pemisahan minyak astiri ( distilasi uap ), tidak dapat digunakan dengan baik karena persentase senyawa yang akan digunakan atau yang
akan diisolasi cukup kecil atau tidak didapatkan pelarut yang diinginkan untuk maserasi ataupun perkolasi ini, maka cara yang terbaik yang didapatkan untuk pemisahan ini adalah sokletasi
Sokletasi digunakan pada pelarut organik tertentu. Dengan cara pemanasan, sehingga uap yang timbul setelah dingin secara kontunyu akan membasahi sampel, secara teratur pelarut tersebut dimasukkan kembali kedalam labu dengan membawa senyawa kimia yang akan diisolasi tersebut. Pelarut yang telah membawa senyawa kimia pada labu distilasi yang diuapkan dengan rotary evaporator sehingga pelarut tersebut dapat diangkat lagi bila suatu campuran organik berbentuk cair atau padat ditemui pada suatu zat padat, maka dapat diekstrak dengan menggunakan pelarut yang diinginkan.
akan diisolasi cukup kecil atau tidak didapatkan pelarut yang diinginkan untuk maserasi ataupun perkolasi ini, maka cara yang terbaik yang didapatkan untuk pemisahan ini adalah sokletasi
Sokletasi digunakan pada pelarut organik tertentu. Dengan cara pemanasan, sehingga uap yang timbul setelah dingin secara kontunyu akan membasahi sampel, secara teratur pelarut tersebut dimasukkan kembali kedalam labu dengan membawa senyawa kimia yang akan diisolasi tersebut. Pelarut yang telah membawa senyawa kimia pada labu distilasi yang diuapkan dengan rotary evaporator sehingga pelarut tersebut dapat diangkat lagi bila suatu campuran organik berbentuk cair atau padat ditemui pada suatu zat padat, maka dapat diekstrak dengan menggunakan pelarut yang diinginkan.
II. Sampel/simplisia

Curcuma longae
(Kunyit)
Kerajaan : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Liliopsida
Subkelas : Zingiberidae
Ordo : Zingiberales
Familia : Zingiberaceae
Genus : Curcuma
Spesies : Curcuma longa
Curcuma longae atau kunyit termasuk salah satu tanaman rempah dan obat, habitat asli tanaman ini meliputi wilayah Asia khususnya Asia Tenggara. Kunyit tergolong dalam kelompok jahe-jahean, Zingiberaceae.
Produk farmasi berbahan baku kunyit, mampu bersaing dengan berbagai obat paten, misalnya untuk peradangan sendi ( arthritis- rheumatoid ) atau osteo-arthritis berbahan aktif natrium deklofenak, piroksikam, dan fenil butason dengan harga yang relatif mahal atau suplemen makanan (Vitamin-plus) dalam bentuk kapsul.
Morfologi tanaman Curcuma longae
a. AKAR
Rizomnya mampat, berisi dan bercabang dalam sudut tepat bagi membentuk himpunan yang padat. Rizom ini beraroma, kulitnya berwarna jingga-coklat dan bagian isi berwarna jingga-cerah. Bagian tuber juga berisi, berwarna putih dan tumbuh lurus ke bawah. Bagian rizom ini sering digunakan sebagai bahan obat. Perbanyakannya cukup mudah, cukup dengan potongan umbi ada mata tunasnya. Relatif tahan naungan dan kekeringan. Umbi digunakan sebagai bumbu masak atau jamu.
b. BATANG
Kunyit ialah herba saka yang tingginya boleh mencapai sehingga 1 m. Tanaman ini tidak memiliki batang sejati tetapi hanya berupa pelepah daun yang berperanan sebagai batang palsu.Batang merupakan batang semu, tegak, bulat, membentuk rimpang dengan warna hijau kekuningan dan tersusun dari pelepah daun ( agak lunak ).
c. DAUN
Daun tumbuh berumpun, tersusun secara berselang seling, berwarna hijau muda dan agak lembut. Daun licin, berbentuk bujur-tirus dan tepi daun tidak putus. Tanaman kunyit berupa semak dengan tinggi 1-1,5 m. Daun tunggal, bentuk bulat telur (lanset) memanjang hingga 10-40 cm, lebar 8-12,5 cm dan pertulangan menyirip dengan warna hijau pucat. Berbunga majemuk yang berambut dan bersisik dari pucuk batang semu, panjang 10-15 cm dengan mahkota sekitar 3 cm dan lebar 1,5 cm, berwarna putih/kekuningan. Ujung dan pangkal daun runcing, tepi daun yang rata. Kulit luar rimpang berwarna jingga kecoklatan, daging buah merah jingga kekuning-kuningan.
Anatomi Rimpang Curcuma longae
( Kunyit )
Anatomi pada penampang melintang rimpang kunyit :
- Rambut Penutup
Rambut penutup berada pada lapisan teratas dan berbentuk kerucut, lurus dan agak bengkok. Panjang rambut penutup 250 mm sampai 890 mm dan berdinding tebal.
- Epidermis
Epidermis terdiri dari satu lapis sel dan berbentuk pipih poligonal. Dinding sel pada epidermis menggabus.
- Hipodermis
Hipodermis terdiri dari beberapa lapis sel terentang tangensial. Dinding selnya menggabus dan agak keras.
- Periderm
Periderm terdiri dari 6 sampai 9 lapis sel. Sel periderm berbentuk segi panjang dengan dinding yang menggabus.
- Parenkim korteks
Korteks tersusun atas sel – sel parenkim dan berbentuk sel – sel besar. Di dalam korteks berisi pati penuh.
- Sel sekresi
Sel sekresi banyak dan tersebar. Bentuk selnya bulat atau lonjong yang berisi minyak yang berwarna kunig jingga, yang sebagian mendamar dan berwarna coklat kekuningan.
- Berkas Pengangkut
Berkas pengangkut bertipe kolateral, tersebar dan tidak beraturan pada korteks dan silinder pusat. Berkas pengankut terletak di bawah endodermis dan tersusun membentuk seperti lingkaran yang teratur. Kadang – kadang berkas pengangkut ini dikelilingi oleh sel – sel parenkim yang tersusun menjari. Pembuluh kayu umunya terdiri dari pembuluh tangga dan pembuluh jala dengan lebar 20 mm sampai 80 mm dan tidak mempunyai lignin.
- Butir pati
Butir padi merupakan sel tunggal yang berbentuk lonjong atau bulat telur dengan satu ujung mempunyai suatu tonjolan atau berbentuk bulat sampai hampir segitiga dengan satu sisi membulat.
- Endodermis
Endodermis terdiri dari 1 lapis sel terentang tangensial, dengan dinding radial menebal dan tidak mengandung pati.
- Parenkim Silinder Pusat
Berupa sel – sel parenkim yang tersusun tersusun melingkar di sekitar silinder pusat.
Tanaman Curcuma longae ini mudah diperbanyak atau dibudidaya dengan stek rimpang dengan ukuran 20 gram sampai 25 gram tiap stek. Waktu tanam pada awal musim hujan. Pemeliharaan yang diperlukan adalah menyulam, menyiang, memupuk dan memperbaiki tata air. Panenan dapat dilakukan setelah berumur setahun atau lebih dari waktu tanam. Hama yang dikenal merusak adalah ulat Keran diocles dan Udas pesfolus.
Isi kandungan
SENYAWA KIMIA YANG TERKANDUNG DALAM KUNYIT
Kunyit mengandung senyawa kimia yang mempunyai keaktifan fisiologi, yaitu :
- Kurkuminoid.
- Minyak atsiri.
Fotosintesis 14CO2 pada tanaman kunyit akan menghasilkan karbohidrat sederhana yang mengandung 14C, pada proses biosintesis lanjut akan menghasilkan komponen berkhasiat obat (minyak atsiri dan kurkuminoid) yang bertanda 14C.
Kurkuminoid, terdiri atas senyawa berwarna kuning kurkumin dan turunannya. Kurkuminoid merupakan tepung kuning dari kunyit Kandungan kurkuminoid dalam rimpang kunyit sebanyak 3-5%. Untuk menentukan persentase ini dilakukan pemanasan pada temperatur 50-55oC , supaya tidak merusak zat aktifnya dan untuk mendapatkan warna yang baik dari kurkuminoid.
Kurkuminoid terdiri dari :
· Kurkumin (sebagai anti oksidan, anti inflamasi, efek pencegah kanker serta menurunkan risiko serangan jantung ).
- Desmetoksikumin
- Bisdesmetoksikurkumin
Selain itu terdapat pula senyawa dimetoksi kurkumin, dihidrokurkumin, natrium kurkuminat (NaC), diasetil kurkumin (DAC), trietil kurkumin (TEC), tetra hidro kurkumin (THC), dan asam ferulat (FA).
Minyak atsiri, berbau dan berasa yang khas. Minyak atsiri merupakan senyawa yang terkandung dalam tanaman kunyit yang bersifat mudah menguap dan tidak larut dalam air. Kandungan minyak atsiri pada rimpang kunyit yaitu 2-7%. Minyak atsiri bermanfaat untuk memberi aroma harum dan rasa khas pada umbinya.
Minyak atsiri ini mengandung senyawa-senyawa kimia:
- Seskuiterpen alkohol
- Turmeron
- Zingiberen.
Kandungan kimia minyak atsiri kunyit terdiri atas ar-tumeron, a dan ß-tumeron, tumerol, a-atlanton, ß-kariofilen, linalol, dan 1,8 sineol. Minyak atsiri inibersifat sebagai pemusnah bakteri dan mengandung sifat antiinflamasi atau antiradang.
Khasiat
- Antikanker.
Senyawa yang berperan sebagai antikanker dalam Tanaman Obat Kunyit adalah kurkumin. Kurkumin bekerja sebagai antioksidan, penghambat karsinogenesis, dan antiangiogenesis (menghambat laju penambahan pembuluh darah baru yang mensuplai makanan bagi sel kanker). - Antibakteri dan antikembung.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah koloni bakteri E.Colli cenderung menurun dengan ekstrak rimpang Kunyit. Lagi-lagi kurkumin berperan penting dalam hal ini. - Antiinflamasi.
Efek antiinflamasi dari Kunyit diperoleh dari kandungan trietil kurkuminnya (TEC). - Mengatasi gangguan pencernaan dan lambung.
Pada tahun 1989, riset dari Thamlikitkul V, J. Med Assoc Thai, menyatakan bahwa lebih dari 50% pasien yang mengalami gangguan lambung mendapatkan hasil yang memuaskan dengan menggunakan ekstrak Kunyit. - Menurunkan kadar kolesterol jahat/LDL.
Fadlina Chany Saputri dari Farmasi ITB Bandung, pada tesisnya tahun 2006, menunjukkan aktivitas antihiperkolesterolemia dari Kunyit pada hewan percobaannya. Pemberian ekstrak Kunyit 200 mg/kg bobot badan tikus menunjukkan aktivitas Kunyit sebagai antihiperkolesterolemia, serta dapat menurunkan kadar LDL tanpa mempengaruhi HDL. - Mengatasi gangguan liver/hati.
Penelitian L.Rizka Andalusia dari Fakultas Farmasi UNAIR tahun 1992, menunjukkan bahwa minyak atsiri dari rimpang Kunyit mempunyai aktivitas anti hepatotoksik.
Di daerah Jawa, kunyit banyak digunakan sebagai ramuan jamu karena berkhasiat menyejukkan, membersihkan, mengeringkan, menghilangkan gatal, dan menyembuhkan kesemutan. Manfaat utama tanaman kunyit, yaitu: sebagai bahan obat tradisional, bahan baku industri jamu dan kosmetik, bahan bumbu masak, peternakan dll. Disamping itu rimpang tanaman kunyit itu juga bermanfaat sebagai anti inflamasi, anti oksidan, anti mikroba, pencegah kanker, anti tumor, dan menurunkan kadar lemak darah dan kolesterol, serta sebagai pembersih darah. Tak hanya sebagai bumbu dapur, masyarakat juga sudah mengenal khasiat Kunyit sebagai obat. Karena itu, masyarakat seringkali memanfaatkan khasiat kunyit sebagai obat dalam bentuk jamu.
Kini Kunyit telah hadir dalam bentuk modern, LhiforRic, yang mengandung Kunyit digunakan untuk membantu mengurangi nyeri sendi dan asam urat. Ramuan Kemangi, Pegagan, Kunyit dan Daun Sirih yang terukur, dalam LhiforRic, juga terbukti ampuh meningkatkan kesuburan wanita. Produk lain, Kunirin, mengandung 100% ekstrak Kunyit yang bekerja memperbaiki sistem pencernaan dan sebagai penyegar serta anti radang. Catatan: Pemberian Kunyit bersama obat tertentu menimbulkan interaksi tertentu. Kunyit bersifat meningkatkan aktivitas obat antikoagulan atau mengurangi penggumpalan sehingga dapat menyebabkan meningkatnya resiko pendarahan.
Kini Kunyit telah hadir dalam bentuk modern, LhiforRic, yang mengandung Kunyit digunakan untuk membantu mengurangi nyeri sendi dan asam urat. Ramuan Kemangi, Pegagan, Kunyit dan Daun Sirih yang terukur, dalam LhiforRic, juga terbukti ampuh meningkatkan kesuburan wanita. Produk lain, Kunirin, mengandung 100% ekstrak Kunyit yang bekerja memperbaiki sistem pencernaan dan sebagai penyegar serta anti radang. Catatan: Pemberian Kunyit bersama obat tertentu menimbulkan interaksi tertentu. Kunyit bersifat meningkatkan aktivitas obat antikoagulan atau mengurangi penggumpalan sehingga dapat menyebabkan meningkatnya resiko pendarahan.
III. proses sokhletasi
Penyiapan sampel
Ekstraksi yang dilakukan menggunakan metoda sokletasi, yakni sejennis ekstraksi dengan pelarut organik yang dilakukan secara berulang ulang dan menjaga jumlah pelarut relatif konstan dengan menggunakan alat soklet.
Cara kerja sokletasi adalah sebagai berikut :
Serbuk kering yang akan diekstraksi berada di dalam kantong sampel yang diletakkan pada alat ekstraksi (tabung soklet). Tabung soklet yang berisi kantong sampel diletakkan diantara labu destilasi dan pendingin, disebelah bawah dipasang pemanas.
Setelah pelarut ditambahkan melalui bagian atas alat soklet dan pemanas dihidupkan, pelarut dalam labu didih menguap dan mencapai pendingin, berkondensasi dan menetes ke atas kantong sampel sampai mencapai tinggi tertentu/maksimal (sama tinggi dengan pipa kapiler), pelarut beserta zat yang tersari didalamnya akan turun ke labu didih melalui pipa kapiler.
Serbuk kering yang akan diekstraksi berada di dalam kantong sampel yang diletakkan pada alat ekstraksi (tabung soklet). Tabung soklet yang berisi kantong sampel diletakkan diantara labu destilasi dan pendingin, disebelah bawah dipasang pemanas.
Setelah pelarut ditambahkan melalui bagian atas alat soklet dan pemanas dihidupkan, pelarut dalam labu didih menguap dan mencapai pendingin, berkondensasi dan menetes ke atas kantong sampel sampai mencapai tinggi tertentu/maksimal (sama tinggi dengan pipa kapiler), pelarut beserta zat yang tersari didalamnya akan turun ke labu didih melalui pipa kapiler.
Pelarut beserta zat yang tersari pada labu didih akan menguap lagi dan peristiwa ini akan terjadi berulang-ulang sampai seluruh zat yang ada dalam sampel tersari sempurna (ditandai dengan pelarut yang turun melewati pipa kapiler tidak berwarna dan dapat diperiksa dengan pereaksi yang cocok).
Ekstraksi dengan cara sokletasi mempunyai kelebihan antara lain yaitu :
1.Proses ekstraksi simplisia sempurna.
2.Pelarut yang digunakan sedikit.
3.Proses isolasi lebih cepat.
1.Proses ekstraksi simplisia sempurna.
2.Pelarut yang digunakan sedikit.
3.Proses isolasi lebih cepat.
Kelemahan dari cara sokletasi ini, yaitu :
1.Tidak dapat digunakan untuk mengisolasi senyawa yang termolabil atau bahan tumbuhan yang peka terhadap suhu.
2.Memerlukan energi listrik.
1.Tidak dapat digunakan untuk mengisolasi senyawa yang termolabil atau bahan tumbuhan yang peka terhadap suhu.
2.Memerlukan energi listrik.
Pelarut yang digunakan
Metode sokhletasi menggunakan suatu pelarut yang mudah menguap dan dapat melarutkan senyawa organik yang terdapat pada bahan tersebut, tapi tidak melarutkan zat padat yang tidak diinginkan.
Metode sokhletasi menggunakan suatu pelarut yang mudah menguap dan dapat melarutkan senyawa organik yang terdapat pada bahan tersebut, tapi tidak melarutkan zat padat yang tidak diinginkan.
Syarat-syarat pelarut yang digunakan dalam proses sokhletasi :
1. pelarut yang mudah menguap contoh: heksan, eter, petroleum eter, metil klorida dan alcohol.
2. Titik didih pelarut rendah.
3. Pelarut tidak melarutkan senyawa yang diinginkan.
4. Pelarut terbaik untuk bahan yang akan diekstraksi.
5. Pelarut tersebut akan terpisah dengan cepat setelah pengocokan.
6. Sifat sesuai dengan senyawa yang akan diisolasi, polar atau nonpolar
1. pelarut yang mudah menguap contoh: heksan, eter, petroleum eter, metil klorida dan alcohol.
2. Titik didih pelarut rendah.
3. Pelarut tidak melarutkan senyawa yang diinginkan.
4. Pelarut terbaik untuk bahan yang akan diekstraksi.
5. Pelarut tersebut akan terpisah dengan cepat setelah pengocokan.
6. Sifat sesuai dengan senyawa yang akan diisolasi, polar atau nonpolar
IV. Daftar Pustaka
Tidak ada komentar:
Posting Komentar